Kamis, 26 Agustus 2010

Pengairan Sederhana

 Pengairan Sederhana
Mohamad Teguh Gumelar


 Ya ampun,, sistem pengairan jaman kerajaan banten ternyata keren juga (abis nonton Tv One barusan..). Semua itu mengilhami saya untuk membuat artikel ini. Saya pernah membaca dalam sebuah buku ilmu pengetahuan alam tentang sistem pengairan sederhana yang sangat berpotensi untuk dikembangkan atau diinovasi. Mau tahu???

Tanah mungkin memiliki kebutuhannya tersendiri. Kalau kita menyiram tanah berlebihan, dapat menyebabkan akar-akar tanaman di dalamnya rusak dan membusuk. Oleh karena itu, kita harus menyiram tanaman (menyiram media tanam seperti tanah) secukupnya saja. Nah, agar penyiraman yang dilakukan tidak berlebihan, bisa dengan menggunakan sebuah metode sederhana yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Saya dan tim Pegasus (Pelajar Galaksi Sukabumi Selatan) sedang berusaha melakukan inovasi sistem pengairan ini sehingga bisa lebih bermanfaat dan dapat diaplikasikan di banyak bidang. Ingin tahu bagaimana sistem pengairan tersebut? Baca terus..

Sebenarnya sistem ini berpatok pada dasar yang cukup sederhana bahwa kapilaritas tanah bisa menjadi salah satu cara mengatur pendistribusian air di tanah. Karena itu, kita bisa memberikan air secukupnya pada tanah dengan cara berikut.

Alat dan bahan:
1. Botol air mineral bekas atau botol apa saja
2. Air secukupnya
3. Pot tanaman dengan tanah dan tanaman
4. Timer atau Stopwatch
4. Buku catatan (ampun deh, kayak dora hahaha >.<)

Cara Praktik:
1. Sipakan alat dan bahan
2. Isi botol dengan air hingga penuh (sisakan sedikit bagian yang kosong, hitung volume air yang dimasukkan)
3. Balikkan botol sambil menancapkan botol ke dalam tanah di pot
4. Hitung waktu hingga air di botol habis, tulis di buku catatan

Cara ini cukup mudah dan efektif sehingga air tidak cepat menguap dari permukaan tanah dan tidak tersalurkan secara berlebihan.


Air akan terus mengalir dari botol secara perlahan, sesuai dengan daya serap air di tanah. Perlahan-lahan, akan muncul gelembung udara di botol, pertanda bahwa air mengalir ke dalam tanah. Jadi, kita tidak perlu berlelah-lelah atau panas-panasan menyiram tanaman di ladang, cukup mengumpulkan botol bekas bukan?

Selain memudahkan, cara ini juga menjadi salah satu cara menjaga lingkungan kita dari sampah anorganik dengan memanfaatkan barang bekas atau mendayagunakan kembali barang bekas.

Bagi anak indonesia harapan bangsa, ayo kita praktikkan cara ini sehingga bangsa indonesia dapat menjadi bangsa yang diperhitungkan dalam sektor pertanian..! Saya rasa tanah kita sudah cukup subur untuk ditanami, terutama bagi yang bertempat tinggal di daerah jawa, ayo kita kembalikan tanah jawa sebagai pusat pertanian..!(kalau gak salah penah baca/dengar tanah jawa itu subur dan cocok untuk pertanian, bukan industri..)

6 comments:

bianda mengatakan...

Postingannya bagus ka,,
bisa langsung di praktekan nih
sma ank" KIR Sma3 sukabumi
hehe

M. Teguh G. mengatakan...

@bianda
makasih :D ya, ayo cobain..!! :D

Herry Nurfajar mengatakan...

bagus, tentang pengairan sederhana nya.. two thumbs up!
. . .
kira2 di Jepang gimana ya?? hahaha.. pasti lebih keren! :)

M. Teguh G. mengatakan...

@Herry : Makasih :D Kayanya sih lebih bagus.. hahaha :D mudah2an ntar bisa ke Jepang ya!! Amiiin...!! :D

oempak mengatakan...

waaah, pinter nih, kepikiran bkin kek ginian, lanjutkan eksperimennya ya, mudah"an bs menjadikan ilmu yg bermanfaat bagi masyarakat kita khususnya, umumnya bagi dunia

M. Teguh G. mengatakan...

@oempak : sipp!! :D semua mulainya pas baca buku :D makasih ya! :D

Poskan Komentar

Takkan ada kemajuan tanpa komentar..
Mohon komentarnya :D

Seberkas Untaian Kata

Hidup lebih dari sekedar keabu-abuan dari 2 sisi kehidupan, hitam dan putih. Tetapi hidup ini bagaikan spektrum cahaya yang memiliki jutaan warna dan arti. Karena itu sykurilah apa yang menjadi hadiah bagimu. Pepatah mengatakan kemarin adalah sejarah, esok adalah tanda tanya dan hari ini adalah hadiah, karena itu disebut present (dari present tense)

Share & Enjoy

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More